468x60 Ads

Sesungguhnya setiap orang memiliki berjuta-juta ide yang lalu-lalang dalam kepala dan sering kali salah satunya dari ide tersebut terlontar secar otomatis dalam sebuah obrolan. Bersamaan denga obrolan itu berakhir ide itu juga menguap begitu saja, karena pada dasarnya sebuah ide hanya akan berhenti sebagai sebuah ide semata jika ia tidak pernah diwujudkan.

Katakanlah untuk sebuah gagasan membuat sebuah film, bisa dibayangkan jumlah ide yang terlontar, bahkan jika disediakan ratusan gentong besar, semuanya pasti akan penuh dengan ide film yang hebat dan luar biasa. Pertanyaannya, lalu apa? Saya bisa menulis seperti ini karena demikianlah adanya diri saya. Kamar tidur sekaligus ruang kerja saya sudah sumpek dengan berbagai ide yang terlelap dalam lipatan-lipatan kertas putih yang kini mulai kusam.

Ide pertama pertama saya adalah menjadi sutradara film indie. Saya sendiri bingung harus bagaimana, mengerti apa itu indie juga tidak. Hingga kemudian bertemu dengan teman-teman yang sudah menghasilkan karya-karya bagus dengan peralatan sederhana dan biaya yang rendah dan menurut mereka modal dasar untuk menghasilkan sebuah karya adalah ide. Waaw, saya terbelalak mendengar kata “IDE”, karena saya punya banyak.
Satu ide yang bagi saya sangat bermanfaat saat itu adalah saran untuk mulai melihat referensi film-film berdurasi pendek dan memiliki kwalitas bagus. Beruntung ketika itu saya mengenal minikino, sebuah komunitas yang secara regular melakukan pemutaran dan diskusi mengenai film-film pendek. Film-film itu membuat saya terpesona dan menghantarka pada sebuah keputusan untuk belajar menggunakan kamera dengan tujuan membuat film pendek.

Pelajaran pertama saya menggunakan kamera video adalah membuat sebuah video klip musik berbahasa daerah yang kebetulan penyanyinya seorang teman kerja yang mengeluarkan debut album. Jangan bayangkan bahwa saya sudah menguasai kamera sepenuhnya. Sebaiknya bayangkan jika anda menggunakan kamera pinjaman dan saat kehabisan batrey anda tidak tahu bagaimana melakukan charging, sementara masih harus mengambil gambar di tengah sawah.

Pengalaman memalukan itu yang kemudian membuat saya berusaha menuliskan kembali setiap hal yang pernah saya pelajari dan lakukan. Semua catatan ringkas tersebut saya jadikan sebagai penyegar ingatan dan menguatkan keinginan untuk terus bekerja keras mewujudkan ide-ide yang tertunda.